Kamis, 24 Maret 2016

Pro dan kontra #Bebassampah2020



Dalam lingkungan masyarakat baik daerah perkotaan maupun daerah perkampungan seringkali kita  menjumpai sampah yang sudah berhari-hari, berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan menumpuk dan tidak diketahui siapa pelakunya. Jenis sampah pun bervarian mulai dari botol-botol minuman, packaging makanan, dan masih banyak lagi sampah berbahan plastik. 
Pada tanggal 21 Februari 2016 menjadi hari yang sangat istimewa dan bersejarah untuk Indonesia dimana dari 1.014 komunitas di 55 kota , dan dukungan dari pemerintah, organisasi, instansi media, artis maupun individu sangat mendukung adanya program bebas sampah 2020.
Ketua umum  asosiasi pengusaha ritel Indonesia Roy Mendey mengatakan sebagian besar dari anggotannya siap untuk menguji coba program plastik berbayar pertanggal 21 Februari 2016. Harga kantong plastic yang diterapkan pada pengusaha ritel pun  beraneka ragam mulai dari Rp.200 bahkan dikota dan daerah daerah tertentu mencapai Rp. 5000 per 1 kantong plastik.
Saat ini masyarakat lebih bijak akan kesadaran betapa bahayanya sampah plastik, karna butuh waktu 300 tahun untuk terurainya kantong plastik tersebut. Masyarakat lebih memilih membawa kantong sendiri dari pada harus membeli kantong plastik.
Dengan adanyanya kantong plastik berbayar menimbulkan pro dan kontra, sebagian orang setuju dengan adanya kantong plastic berbayar dikarenakan rasa peduli dan sadar bahwa betapa bahayanya sampah. Sebagian lain tidak setuju dengan adanya kantong plastik berbayar dikarenakan khawatir akan penyalahgunaan peraturan yang sudah diterapkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar