Rabu, 25 Februari 2015

Reduksi Sampah Styrofoam



Sampah styrofoam belum banyak dimanfaatkan. para pemulung juga nyaris tidak tertarik dengan sampah ini karena harganya yang sangat rendah. Apalagi kalau dibandingkan dengan harga eks kemasan air minum botol plastik atau aluminium. Sampah styrofoam ini juga sangat mengganggu estetika atau kesehatan tanah dan badan air.

Styrofoam adalah polistiren, suatu jenis plastik yang sangat ringan, kaku, tembus cahaya, dan murah. Namun, bahan tersebut cepat rapuh.Karena kelemahannya tersebut, polistiren dicampur seng dan senyawabutadien.Hal ini menyebabkan polistiren kehilangan sifat jernihnya dan berubah warna menjadi putih susu. Kemudian untuk kelenturannya, ditambahkan zatplasticier seperti dioktilptalat (DOP), butil hidroksi toluena, atau n-butyl stearat.

Plastik busa yang mudah terurai menjadi struktur sel-sel kecil merupakan hasil proses peniupan dengan menggunakan gas chlorofluorocarbon (CFC). Hasilnya adalah bentuk seperti yang kita pergunakan saat ini.

Bahan-bahan tersebut, khususnya stiren, larut dalam air, lemak, alkohol, maupun asam.Semakin lama waktu pendadahan dan semakin tinggi suhu, semakin besar pula migrasi atau perpindahan bahan-bahan yang bersifat toksik tersebut ke makanan atan minuman.Apalagi bila makanan atau minuman itu banyak mengandung lemak atau minyak.Memang toksisitas yang ditimbulkan tidak langsung tampak.Sifatnya akumulatif dan dalam jangka panjang barulah timbul akibatnya.

Sementara itu, CFC sebagai bahan peniup pada pembuatan styrofoammerupakan gas yang tidak beracun dan mudah terbakar serta sangat stabil. Begitu stabilnya, gas ini baru bisa terurai sekitar 65-130 tahun. Gas ini akan melayang di udara mencapai lapisan ozon di atmosfer dan akan terjadi reaksi dan menjebol lapisan pelindung bumi. Akibat jebolnya lapisan ozon, akan timbul efek rumah kaca. Suhu bumi meningkat, sinar ultraviolet matahari akan terus menembus bumi, sehiugga menimbulkan kanker kulit.

Diantara upaya untuk memanfaatkan sampah styrofoam adalah dengan memanfaatkannya untuk pembuatan LEM. Lem yang sudah jadi dapat dimanfaatkan untuk penahan panas, peredam kebisingan pada atap seng, anti bocor, dll. Untuk keperluan tersebut dapat dicampurkan dengan bahan lain yang dipungut dari sampah antara lain : sampah, kertas (untuk peredam) atau dicampur dengan semen (untuk anti bocor). Melalui pemanfaatan tersebut sampah styrofoam (minimal) dapat direduksi volumenya. Tekniknya sangat sederhana, yakni hanya dengan melarutkan kedalam bensin / premium.

Untuk pembuatan “Lem Styrofoam” adalah sebagai berikut :
  • Styrofoam yang sudah bersih dan ukuranya sudah dipecah menjadi lebih kecil dimasukkan dalam wadah
  • Tambahkan bensin premium ke dalam wadah yang berisi styrofoam secara perlahan-lahan sambil diaduk.
  • Terus aduk dan tambahkan bensin premium sedikit demi sedikit untuk sampai styrofoamnya berubah menjadi cairan yang kental.
  • Tambahkan terus bensin premium secara perlahan-lahan sampai mencapai kekentalan yang diinginkan (biasanya perbandingan bensin :styrofoam = 10 liter :1 Kg)

Sedangan untuk pembuatan “Lapisan Anti Bocor dari Styrofoam” adalah sebagai berikut :
  • Styrofoam yang sudah bersih dan ukuranya sudah dipecah menjadi lebih kecil dimasukkan dalam wadah
  • Tambahkan bensin premium ke dalam wadah yang berisi styrofoam secara perlahan-lahan sambil diaduk.
  • Terus aduk dan tambahkan bensin premium sedikit demi sedikit untuk sampai styrofoamnya berubah menjadi cairan yang kental.
  • Tambahkan terus bensin premium secara perlahan-lahan sampai mencapai kekentalan yang diinginkan (biasanya perbandingan bensin :styrofoam = 20 liter :1 Kg).
  • Untuk lapisan anti bocor pada atap rumah langsung bisa dioleskan pada bagian yang ingin dilapisi.
  • Untuk lapisan anti bocor pada tembok rumah atau beton maka tambahkan semen pada styrofoam yang sudah mencair dan aduk menjadi adonan yang diinginkan untuk kemudian dibuat lapisan pada tembok atau beton tersebut (perbandingan styrofoam:bensin:semen = 5:20:5).
  • Dengan cara yang sama dapat dibentuk menjadi benda-benda seni atau barang berguna lainnya apabila dicampur dengan bahan pengisi yang lebih beragam.

So mulai sekarang, sebaiknya Anda mulai menggunakan tray makanan yang terbuat dari kertas.
Informasi selengkapnya tentang tray makanan dari kertas dapat dilihat di sini : http://www.greenpack.co.id/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar